SEJARAH

PROFIL UMUM

FORUM SOLIDARITAS MAHASISWA BELU (FOSMAB) KUPANG

FOSMAB, yang memiliki nama lengkap Forum Solidaritas Mahasiswa Belu, merupakan organisasi kemahasiswaan bagi generasi muda asal Kabupaten Belu dan sekitarnya yang menempuh pendidikan di Kota Kupang. Organisasi ini didirikan pada tanggal 23 September 1986 dengan nama awal Kelompok Karya Bakti Sosial Nusa Sabana (KKBS-NS). Pendiriannya dipelopori oleh sejumlah kaum muda seperti Anton Suri, Joni Mali, Mikael Baba, Eda Fahik, Hila Luan, dan Dami Talok, serta didukung oleh dewan penasehat pembina seperti Benyamin Bere Mali, Wellem Kabosu, dan Yos Laku Mali.

Nama FOSMAB sendiri baru resmi digunakan setelah melalui perubahan nama dalam Forum Rapat Umum Anggota (RUA) pada masa kepemimpinan Kornelis Tallok periode 1998/1999, di mana nama tersebut pertama kali dicetuskan oleh Gabriel Loe pada periode berikutnya. Hingga saat ini, organisasi telah berkembang pesat dengan total anggota mencapai 1.035 orang, yang terdiri dari 493 anggota aktif, 542 alumni, serta 14 anggota kehormatan, termasuk Bapak Taolin Ludovikus.

Eksistensi FOSMAB dibangun melalui berbagai kegiatan internal dan eksternal yang berfokus pada pengabdian masyarakat dan pembinaan kader. Secara rutin, organisasi ini menyelenggarakan bakti sosial di berbagai wilayah, masa penerimaan anggota baru, latihan kepemimpinan, serta kegiatan ilmiah seperti seminar. Salah satu tonggak sejarah penting adalah pelaksanaan Turnamen Sepak Bola FOSMAB CUP yang dicetuskan oleh almarhum Alexander Atok pada periode 2001/2002, serta Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang diinisiasi oleh Anselmus Tallo pada periode 2006/2007.

Meskipun sempat mengalami masa sulit dan hampir dibubarkan pada masa kepemimpinan Yulius Troy, organisasi ini berhasil diselamatkan melalui pembentukan Team Penyelamat Organisasi (TPO) yang dipimpin oleh almarhum Bonaventura Bere dan Edi Mali. Prestasi olahraga juga menjadi catatan manis, salah satunya saat tim FOSMAB mencetak rekor kemenangan bersejarah atas tim Ngada dalam rangka HUT perak ke-25 pada tahun 2011 di bawah kepemimpinan Fransiskus D. Ulu Mau.

Melalui proses panjang tersebut, FOSMAB telah membuktikan dirinya sebagai rahim bagi lahirnya pemimpin masa depan; kini banyak senior dan alumni FOSMAB yang telah berhasil menjadi orang-orang hebat dan tokoh berpengaruh yang mengabdi di tanah Rai Belu.Hal ini sejalan dengan filosofi logo FOSMAB yang memiliki identitas yang kuat yang tercermin dalam atribut dan logonya. Logo organisasi yang berbentuk setengah lingkaran persegi panjang melambangkan kesatuan yang melindungi, sementara simbol matahari dan awan menggambarkan cita-cita mulia untuk membawa terang bagi masyarakat Rai Belu. Kehadiran pohon cemara dalam logo melambangkan fleksibilitas dan keteguhan organisasi dalam menghadapi tantangan zaman, sementara buku melambangkan bahwa FOSMAB adalah wadah bagi kaum intelektual terpelajar. Warna-warna yang digunakan juga memiliki makna mendalam: hijau untuk semangat kaum muda, putih untuk niat tulus dan murni, serta kuning untuk semangat perjuangan. Seluruh elemen ini mengarahkan kader FOSMAB untuk memiliki prinsip hidup seperti bambu yang kian tinggi kian merunduk dan seperti pohon pisang yang pantang mati sebelum berbuah.

Dengan semangat kekeluargaan dan intelektualitas, FOSMAB terus beregenerasi, di mana untuk periode 2025/2026 kepemimpinan dipercayakan kepada Yulius Yasintus Mali sebagai Ketua dan Jeni Novita Mali Laku sebagai Sekretaris.

SELAYANG PANDANG KKBS-NS/FOSMAB

Tanggal 23 september 1986 berdirinya organisasi kemahasiswaan Belu dengan nama Kelompok Karya Bakti Sosial Nusa Sabana (KKBS-NS).Dipelopori oleh beberapa kaum muda dari belu diantaranya:

  1. Kakak Anton Suri,
  2. Kakak Joni Mali,
  3. Kakak Mikael Baba,
  4. Kakak Eda Fahik,
  5. Kakak Hila Luan
  6. Kakak Dami Talok dan beberapa pendahulu lainnya

Ada beberapa orang tua dari belu yang mempunyai perhatian sangat besar terhadap KKBS-NS dan diangkat menjadi Dewan Penasehat Pembina diantaranya:

  1. Kakak Benyamin Bere Mali,
  2. Kakak Wellem Kabosu,
  3. Kakak Yos Laku Mali dan masih ada beberapa sesepuh lainnya.

 KKBS-NS lahir dan dikenal masyarakat melalui kegiatan bakti sosial, bakti kepada masyarakat.Selain kegiatan bakti sosial ada beberapa kegiatan yang juga dilaksanakan seperti:

  1. Masa Penerimaan Anggota Baru (dilaksanakan satu hari saja)
  2. kegiatan natal dan tahun baru bersama.
  3. kegiatan syukuran wisuda
  4. latihan latihan kepemimpinan
  5. seminar dan kegiatan ilmiah lainnya yang dapat mampu memberi nilai tambah bagi generasi muda dari Belu.

KETUA DAN SEKRETARIS KKBS-NS/FOSMAB

DARI MASA KE MASA

Periode 1986/1988 sd 2020/2021

No Periode                 Pengurus (Ketua/Sekertaris) Tempat BAKSOS
1 1986/1988 Antonius Suri (Ketua)

Simpleks Asa (Sekertaris)

Sukabitetek, leowalu dan Dafala
2 1988/1989 Simpleks Asa (Ketua)

Yulius Talok  (Sekertaris)

Fulur

Lamaknen

3 1989/1990 Yulius Talok (Ketua)

Marianus Maukuru ( sekertaris)

Sadi
4 1990/1991 Marianus Maukuru ( ketua)

Yohanis Mau ( sekertaris)

Kaputu
5 1991/1992 Yohanis Mau ( ketua )

Yoseph Bere ( sekertaris )

Halibot
6 1992/1993 Gregorius Temu ( ketua)

Ansen Leno ( sekertaris)

Lakmaras

Lamaknen Selatan

7 1993/1994 Servas Boko ( ketua)

Marsi Loe Mau ( sekertaris)

Lo,onuna

Lamaknen Selatan

8 1994/1995 Lusi Loko Rain ( ketua)

Gabriel Oes Bele ( sekertaris )

Lorotolus
9 1995/1996 Gabriel Oes Bele ( ketua )

                              ( sekertaris )

 
10 1996/1997 Klemens Suri ( ketua)

Yosep Bere( sekertaris )

Dafala

Tastim

11 1997/1998 Yulianus Ati Bau ( ketua)

Yati Kali Mau (Sekretaris)

 
12 1998/1999 Kornelis D. Talok ( ketua)

Erwin Laka ( sekertaris )

Kada
13 1999/2000 Gabriel Loe ( ketua)

Dominggus Bere ( sekertaris)

Kletek
14 2000/2001 Heribertus Y. Mau ( ketua)

Frida Fahik ( sekertaris )

Kota Atambua
15 2001/2002 Aleksander Atok ( ketua )

Silvester Leki (sekertaris)

 
16 2002/2003 Vinsen Leki ( ketua )

Silvester Kali ( sekertaris )

Seon
17 2003/2004 Ferdinandus Talok ( ketua)

Feliks Bere ( sekertaris )

Atapupu

Kakuluk Mesak

18 2004/2005 Yulius Nahak Troy ( ketua )

Ferdirnandus Maly Liku ( sekertaris )

Duarato

Lamaknen

19 2005/2006 Bonaventura Bere ( ketua )

Hendrikus  Fahik ( sekertaris )

Desa Klese Leon
20 2006/2007 Frederikus R.Bau ( ketua )

Herminus Luan Tae ( sekertaris )

Desa Mandeu

Raimanus, kec.Raimanuk

21 2007/2008 Herminus Luan Tai ( ketua)

Werenfridus L. Luan( sekertaris )

Desa Alkani

Wewiku

22 2008/2009 Marius A. Loe Mela( ketua)

Thomas M. Seran( sekertaris )

Desa Bauda,ok

Lasiolat

23 2009/2010 Agustinus Atok( ketua)

Yonas Engelbert Talok( sekertaris )

Desa Oelomi

Kab. Kupang

24 2010/2011 Fransiskus D. Ulu Mau( ketua)

Jovianus A. Nahak( sekertaris )

Desa Leosama, Kakuluk mesak
25 2011/2012 Dionisius Bria (ketua)

Adrianus Tutu Tei Seran (sekretaris)

Desa Foho Eka, Nanaet Duabesi
26 2012/2013 Adrianus Tutu Tei Seran (ketua)

Petronela Ili (sekretaris)

 
27 2013/2014 Frederikus Bau (Ketua)

Beatus Tadas (Sekretaris) Digantikan oleh: kk.redemtus bouk (ketua)

Diberhentikan tidak dengan hormat
29 2014/2015 Fridolinus Eko Mau (Ketua)

Nelson Mandela Alves (Sekretaris)

 

 
30 2015/2016 Bernadinus mali (ketua)

Yanurius ulu kehi ( sekretaris)

Toheleten
31 2016/2017 Sani servasius mau asa (ketua)

Dionisius kali (sekretaris)

Lakanmau
32 2017/2018 Dionisius kali (ketua )

Nikolaus asa (sekretaris)

Lakus
33 2018/2019 Nikolaus Asa (Ketua)

Yohanes Adyanto Bele (Sekretaris)

Loonuna
34 2019/2020 Dominikus Laku (Ketua)

Ewaldus Miky Leto (Sekretaris)

Naekasa
35 2020/2021 Yohanes Rudyanto Benany (Ketua)

Antonius Mau ( Sekretaris)

Desa Renrua Raimanuk
36 2021/2022 Eusebius Sulun (Ketua)

Marius Paulus Tae (Sekretaris)

Desa Dafala
37 2022/2023 Godefridus Mau (Ketua)

Arkadius Lelo (Sekretaris)

Desa Aitoun
38 2023/2024 Eduardus Wilfrid Leto ( Ketua)

Blasius Lewi Mau (Sekretaris)

Atambua
39 2024/2025 Ervanalis Taek (Ketua)

Fidelia Marlensa Mali (Sekretaris)

 
40 2025/2026 Yulius Yasintus Mali (Ketua)

Jeni Novita Mali Laku ( Sekretaris )

 

Dalam perjalannya KKBS-NS dirubah namanya dalam Forum Rapat Umum Anggota (RUA) pada periode 1998/1999 diakhir masa kepemimpinannya KK Kornelis Tallok di aula pertanian kupang menjadi Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (FOSMAB). Nama FOSMAB muncul pertama dari Kakak Gabriel Loe yaitu pada periode kepemimpinan 1999/2000 kemudian disepakti oleh Forum RUA.

Ketika KKBS-NS merubah warnanya, semangat yang telah ada terus ditingkatkan dengan melaksanakan berbagai kegiatan tambahan yang mampu mengangkat nama Belu dimuka masyarakat NTT melalui kegiatan Turnamen Sepak Bola FOSMAB CUP yang dicetus oleh almarhum KK Alexander Atok pada masa kepemimpinannya periode 2001/2002. Selain kegiatan itu ada satu kegiatan pembinaan yang melatih kaum muda secara kusus untuk menjadi pemimpin masa depan yaitu kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang dicetus oleh KK Anselmus Tallo pada masa kepemimpinan KK Edi Bau periode 2006/2007.

Selain kegiatan tersebut FOSMAB juga memiliki beberapa Adtribut seperti, Bendera, Cap, Palu, Jas, Gordon yang bermanfaat bagi eksistensi KKBS-NS/FOSMAB itu sendiri.

Pada masa kepemimpinan kakak Yulius Troy FOSMAB mengalami suatu masa yang sangat sulit dimana dalam perjalanannya FOSMAB hampir dibubarkan karena ada persoalan pribadi yang membuat Ketua Umum mengundurkan diri secara tiba-tiba dan membuat organisasi FOSMAB vacuum, hal ini lansung disikapi oleh Almarhum Kakak Bonavantura Bere, Kakak Edi Mali, Kakak Herminus Luan Tay serta masih ada beberapa yang tidak sempat disebutkan namanya satu persatu membentuk sebuah team untuk menyelamatkan Organisasi dengan nama TPO (Team Penyelamat Organisasi) dengan Ketuanya Almarhum Kakak Bonavantura Bere dan Sekretarisnya Kakak Edi Mali atas jasa mereka maka FOSMAB masih tetap Exis sampai saat ini dan kita semua boleh bergembira karena masih diberi kesempatan untuk membina dan menerpa diri.

            Berbagai cerita dapat kita dengarkan tentang manis pahitnya perjalanan KKBS-NS/FOSMAB dari awal berdirinya sampai saat ini dan cerita itu akan terus membekas dihati para pelakonnya dan dalam sanubari KKBS-NS/FOSMAB selama masih tetap exis. salah satu cerita yang masih hangat dicereritakanyang terjadi dalam usia FOSMAB yang ke 25 adalah FOSMAB mampu mencetak kemenangan dengan mengukir sejarah baru dalam dunia persepakbolaan yaitu team FOSMAB mengalahkan Team Ngada melalui undian koin. Dalam dunia Olahraga kususnya persepakbolaan kejadian ini baru terjadi satu kali dan FOSMAB saja yang bisa mencetak rekor ini. pada masa kepemimpinan Kakak Fransiskus D. Ulu Mau (Frengky Mau) dan ketua Panitia pelaksananya saudara Patrisio Yosep Koi .Kemenangan bersejarah ini sekaligus sebagai kado istimewah bagi FOSMAB yang saat itu merayakan hari jadinya yang ke 25 (pesta perak ) yang jatuh pada tanggal 23 september 2011. Dan acara syukuranya dilkaksanakan di Aula Dinas Pertanian Kab. Belu yang di ketua panitiai oleh saudara Anselmus Lou.,,

            Dalam perjalannya KKBS-NS/FOSMAB mampu menghimpun generasi muda dari Belu sebanyak 493 anggota aktif dan 542 alumni. Total keseluruhan anggota yang bergabung dalam wadah ini sebanyak 1035 anggota dan 14 orang anggota kehormatan. sebelumnya hanya 1 anggota kehormatan yaituBapak Taolin Ludovikus ,BA,beliau dilantik tahun 2005/2006 sesuai permintaan sendriri untuk dilantik jadi anggota FOSMAB.

            FOSMAB adalah milik kita generasi muda dari Belu dan sekitarnya yang telah berbagung untuk itu tugas kita adalah tetap mempertahankan dan menjaga nama besar FOSMAB dimata masyarakat NTT khususnya Belu agar tetap bergema sepanjang masa.

            Saya mau katakan satu hal kepada kita bahwa menjadi kader seperti ilmu Bambu “ kian tinggi kian merunduk jika ada badai yang menerpa pohon bambu tetap berdiri kokoh.  dan seperti pohon pisang “Pantang Mati Sebelum Berbuah”

selamat menerpa diri dalam FOSMAB, jangan pernah merasa Bosan dan  menjadi tuli dalam menjalankan proses pematangan diri.

Atribut Fosmab dan Maknanya

  1. Palu pimpinan gunanya : untuk mengesahkan setiap keputusan yang di ambil dalam rapat.
  2. Stempel gunanya : untuk mengesahkan setiap surat yang dikeluarkan oleh FOSMAB baik oleh BPH maupun oleh panitia Pelaksana dalam setiap kegiatan
  3. Bendera sebagai : lambang dari suatu organisasi
  4. Jas kebesaran gunanya : untuk membedakan Ketua Umum dari Badan Pengurus dan anggota Fosmab
  5. Gordon dan Emblim gunanya : untuk membedakan Badan Pengurus dari Anggota

MAKNA DIBALIK LOGO YANG ADA PADA BENDERA DAN STEMPEL

  1. Bentuk Logo Setengah lingkaran Persegi Panjang artinya Bahwa kekal yang bersifat melindungi Hubungan Kesatuan.
  2. Matahari melambangkan terang artinya bahwa FOSMAB hadir membawa terang bagi masyarakat Bangsa dan Negara khususnya Rai Belu melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi kaum muda yang masih gelap hatinya akan hidup.
  3. Awan melambangkan cita – cita mulia dari FOSMAB yang digantungkan setinggi tingginya artinya bahwa FOSMAB memiliki satu tekad untuk mengubah Nusa dan Bangsa khususnya Rai Belu melalui tangan-tangan kader yang di hasilkan.
  4. Gunung melambangkan keagungan dari Tuhan artinya bahwa FOSMAB menggambarkan Gunung sebagai ungkapan rasa terimah kasih atas kebesaran kasih Tuhan kepada FOSMAB melalui Gunung.
  5. Pohon Cemara melambangkan kefleksibelan (keluwesan kemampuan diri untuk menyesuaikan diri) di FOSMAB artinya bahwa FOSMAB diibaratkan sebagai pohon cemara yang tumbuh kokoh dan kuat yang selalu mengikuti tiupan arah angin karena FOSMAB berkembang sesuai tuntutan zaman. Alunan bunyi dari pohon cemara seperti gemuru gelombang dilautan yang apabila kita sendirian berada disekitar pohon cemara maka ada perasaan takut menyelimuti kita artinya bahwa fosmab selalu berjuang untuk kepentingan rakyat kecil dan selalu bersuara demi keadilan.
  6. Buku melambangkan pendidikan artinya bahwa FOSMAB adalah kumpulan Kaum Intelektual yang terpelajar.